Saturday, February 26, 2011

Hati, Kecewa, Dendam, dan Maaf

Hati ini tidak pernah berbohong, mungkin ucap kata dari mulut kita terlalu berbeza, mimik wajah boleh menipu... sebuah kekecewaan itu bagaimanapun ditutupi dengan indah nya hidup dan gelak tawa tetap saja akan terasa dalam dan bahkan terlalu dalam untuk menyakiti hati.

Menjaga hati itu bukan lah hal yang mudah, bagaimana kita boleh tetap menjaga emosi dan perasaan pada sebuah hal yang sulit saat dimana kita mempunyai sebuah perasaan hati yang tidak menentu. Sebuah penantian yang tidak ada akhir penentuannya mungkin boleh menjadi sebuah kegusaran hati, namun akan lebih buruk bila sebuah perasaan kecewa yang mendalam sudah tertanam dalam hati kita… sebuah Dendam. bukan hal sulit untuk memaafkan ataupun mencuba menutupi dengan sebuah perasaan lain dari sebuah kekecewaan hati, namun melupakan nya lah yang akan memerlukan waktu yang teramat panjang dalam hidup ini.

Dan aku pun demikian, sampai saat ini masih tersimpan sebuah kekecewaan yang besar dalam hati. Lama & xmungkin hilang hingga berubah menjadi sebuah dendam. membalasnya secara kasar dengan perbuatan serupa mungkin sebuah hal yang mudah. Namun disini sebuah kata maaf pun rasanya terlalu berat untuk diberikan.

Tapi mencuba berfikir untuk masa depan, rasanya tidak bijak bila kehidupan kita di masa datang kelak hanya dipenuhi dengan perasaan tidak jernih, perasaan takut, marah, dan dendam yang terlalu dalam. Maka dengan segala kelapangan dada dan perasaan hati, bukan sebuah pembalasan serupa yang layak aku berikan untuk mereka, tapi sebuah timbal balik yang ironis bagi mereka dimana aku menunjukkan bahawa mereka telah melakukan sebuah kesalahan kepadaku. Aku berikan mereka sebuah pembalasan tidak mungkin mereka perkirakan.

Sekarang yang mesti dilakukan bukanlah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi merenungkan hal apa yang menyebabkan sebuah perselisihan terjadi sehingga jangan sampai terulang lagi, seperti yang mungkin aku pun tidak akan pernah  melupakan kekecewaan ini, tapi sebuah maaf untuk mereka.....

No comments:

Post a Comment